Sabtu, 09 Juni 2012

Perbandingan antara Kesalahan dan Kekeliruan Berbahasa Kategori Sudut Pandang Kesalahan Berbahasa Kekeliruan Berbahasa


1. Sumber Kompetensi Performasi
2. Sifat Sistematis, berlaku secara
umum
Acak, tidak sistematis,
secara individual
3. Durasi Permanen Temporer/sementara
4. Sistem Linguistik Sudah dikuasai Belum dikuasai
5. Produk Penyimpangan kaidah
bahasa
Penyimpangan kaidah
bahasa
6. Solusi Dibantu oleh guru melalui
latihan pengajar remedial
Diri sendiri (siswa):
mawas diri, pemusatan
perhatian
Berdasarkan uraian tersebut, anda sudah mengetahui pengertian kesalahan
berbahasa. Anda juga dapat membatasi perbedaan kesalahan berbahasa dengan
kekeliruan berbahasa serta bagaimana bersikap terhadap hal tersebut. Untuk
bahasa Indonesia, ada dua parameter yang dapat digunakan untuk menentukan
atau mengukur penyimpangan bahasa. Selanjutnya, anda akan mempelajari
kategori (jenis) kesalahan dalam berbahasa. Untuk itu, anda dapat melanjutkan
pada sajian berikut.
2. Kategori Kesalahan Berbahasa
Kesalahan berbahasa dapat terjadi dalam setiap tataran linguistik
(kebahasaan). Ada kesalahan yang terjadi dalam tataran fonologi, morfologi,
sintaksis, wacana dan semantik. Kesalahan berbahasa dapat disebabkan oleh
intervensi (tekanan) bahasa pertama (B1) terhadap bahasa kedua (B2). Kesalahan
berbahasa yang paling umum terjadi akibat penyimpangan kaidah bahasa. Hal itu
terjadi oleh perbedaan kaidah (struktur) bahasa pertama (B1) dengan bahasa
kedua (B2). Selain itu kesalahan terjadi oleh adanya transfer negatif atau
intervensi B1 pada B2. Dalam pengajaran bahasa, kesalahan berbahasa
Analisis Kesalahan Berbahasa
Drs. Dian Indihadi, M.Pd. 7
disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya: kurikulum, guru, pendekatan,
pemilihan bahan ajar, serta cara pengajaran bahasa yang kurang tepat (Tarigan,
1997).
Burt, Dulay, maupun Krashen (1982) membedakan wilayah (taksinomi)
kesalahan berbahasa menjadi kesalahan atau kekhilafan:
1. taksonomi kategori linguistik;
2. taksonomi kategori strategi performasi;
3. taksonomi kategori komparatif;
4. taksonomi kategori efek komunikasi.
Anda dapat mempelajari taksonomi tersebut dalam sajian berikut.
Taksonomi kesalahan berbahasa itu, menurut Nurhadi (1990), dibedakan sebagai
berikut.
Taksonomi kategori linguistik membedakan kesalahan berdasarkan
komponen bahasa dan konsisten bahasa. Berdasarkan komponen bahasa, wilayah
kesalahan dibedakan menjadi:
1. kesalahan tataran fonologi;
2. kesalahan tataran morfologi dan sintaksis;
3. kesalahan tataran semantik dan kata;
4. kesalahan tataran wacana.
Berdasarkan konstituen bahasa, kesalahan terjadi pada tataran penggunaan
unsur-unsur bahasa ketika dihubungkan dengan unsur bahasa lain dalam satu
bahasa. Misalnya frase dan klausa dalam tataran sintaksis atau morfem-morfem
gramatikal dalam tataran morfologi.
Berdasarkan taksonomi kategori strategi performasi, kesalahan didasarkan
kepada penyimpangan bahasa yang terjadi pada pemerolehan dan pengajaran
bahasa kedua (B2). Pendeskripsian kesalahan ini seharusnya dipertimbangkan
atau dihubungkan dengan proses kognitif pada saat anak (siswa) memproduksi
(merekonstruksi) bahasanya.
Analisis Kesalahan Berbahasa
Drs. Dian Indihadi, M.Pd. 8
Dalam kategori strategi performasi, tataran kesalahan bahasa dapat
dibedakan menjadi 4 (empat) kesalahan. Berikut adalah keempat kesalahan
kategori strategi performasi:
1. Penanggalan (omission), penutur bahasa menanggalkan satu atau lebih unsurunsur
bahasa yang diperlukan dalam suatu frase atau kalimat. Akibatnya
terjadi penyimpangan konstruksi frase atau kalimat.
2. Penambahan (addition), penutur bahasa menambahkan satu atau lebih unsurunsur
bahasa yang tidak diperlukan dalam suatu frase atau kalimat. Akibatnya
terjadi penyimpangan konstruksi frase atau kalimat.
3. Kesalahbentukan (misformation), penutur membentuk suatu frase atau kalimat
yang tidak sesuai kaidah bahasa itu. Akibatnya konstruksi frase atau kalimat
menjadi salah (penyimpangan) kaidah bahasa.
4. Kesalahurutan (misordering), penutur menyusun atau mengurutkan unsurunsur
bahasa dalam suatu konstruksi frase atau kalimat di luar kaidah bahasa
itu. Akibatnya frase atau kalimat itu menyimpang dari kaidah bahasa.
Berdasarkan taksonomi komparatif, kesalahan dibedakan menjadi 4
(empat) tataran kesalahan. Berikut adalah keempat jenis kesalahan berdasarkan
taksonomi komparatif.
1. Kesalahan interlingual disebut juga kesalahan interferensi, yakni: kesalahan
yang bersumber (akibat) dari pengaruh bahasa pertama (B1) terhadap bahasa
kedua (B2).
2. Kesalahan intralingual adalah kesalahan akibat perkembangan. Kesalahan
berbahasa bersumber dari penguasaan bahasa kedua (B2) yang belum
memadai.
3. Kesalahan ambigu adalah kesalahan berbahasa yang merefleksikan kesalahan
interlingual dan intralingual. Kesalahan ini diakibatkan kesalahan pada
interlingual dan intralingual.
4. Kesalahan unik adalah kesalahan bahasa yang tidak dapat dideskripsikan
berdasarkan tataran kesalahan interlingual dan intralingual. Kesalahan ini
tidak dapat dilacak dari B1 maupun B2. Misalnya: anak kecil yang mulia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar